My Dreams

mulyo - merah

…. the big dream …..

Selama masa kuliah, saya berbisnis dengan cara menjajakan barang-barang cetakan, souvenir dan assesories kepada konsumen secara langsung. Dilain waktu, saya juga menawarkan jasa untuk mengerjakan proyek-proyek yang ditawarkan oleh teman-teman dan dosen untuk menambah penghasilan. Tujuan saya berbisnis selama masa kuliah adalah mencari penghasilan untuk menambah kiriman orang tua, minimal sebesar 50% sehingga mencukupi kebutuhan sehari-hari dan bisa membayar biaya kuliah selama 4 tahun.

Setelah lulus dari perguruan tinggi, tempat pertama yang saya incar sebagai lahan pengabdian adalah lembaga pendidikan, terutama pendidikan tinggi. Tujuan saya adalah mendapatkan pekerjaan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Awalnya, saya diminta oleh Profesor Tilaar untuk menjadi dosen di almamater saya, salah satu PTN di Jakarta, karena saya menjadi lulusan terbaik.

Pada waktu itu ada kebijakan zero growth yang mengharuskan saya menunggu hingga ada dosen yang pensiun dahulu untuk bisa masuk sebagai dosen PTN dan saya tidak sabar menunggu. Nasib baik akhirnya membawa saya menjadi dosen juga di salah satu universitas swasta di Jakarta, menjadi seorang pekerja (employee).

Sebelum menjadi dosen, jabatan saya adalah Asisten Direktur salah satu program pendidikan di sebuah institut dengan gaji yang sangat tidak memuaskan. Saya belum menyadari bahwa menjadi seorang pekerja memang tidak dapat mengharapkan kepuasan dari gaji yang diterima. Jumlah gaji seorang pekerja sudah ditentukan oleh pimpinan atau pemilik usaha, bahkan karena pada waktu itu lembaga tempat saya kerja belum mempunyai sistem penggajian yang bagus, akibatnya gaji yang saya terima sangat kecil dibandingkan dengan teman-teman se kantor yang jenjangnya relatif sama.

Untuk menambah penghasilan, saya mengajukan permohonan untuk menjadi pengajar di lembaga pendidikan tempat saya bekerja. Saya mencoba merintis karier di lembaga pendidikan dengan menduduki berbagai jabatan yang tersedia. Setelah lembaga pendidikan tempat saya bekerja dikembangkan menjadi Akademi dan Universitas, saya diangkat sebagai Pembantu Direktur Bidang Administrasi dan Keuangan di Akademi tersebut.

Perkembangan selanjutnya, ketika dibentuk sebuah fakultas kesehatan, saya juga diangkat sebagai Pembantu Dekan Bidang Administrasi dan Keuangan, demikian pula ketika dibentuk fakultas kesehatan lainnya, saya merangkap jabatan di kedua fakultas kesehatan tersebut.

Di bidang akademik, selain menjadi dosen di Akademi dan Universitas, saya juga pernah diangkat sebagai Ketua Peminatan dan Sekretaris Jurusan. Di bidang kemahasiswaan, saya mempunyai pengalaman sebagai Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Rohani Islam dan UKM Korps Sukarela PMI.

Dalam merintis dan menapaki jalur karier, saya mendapat banyak pelajaran dan pengalaman yang sangat berharga, diantaranya ikut membentuk program studi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (D-III), program studi Kesehatan Masyarakat (S-I) dan terakhir program studi Fisioterapi (D-IV). Namun dari sisi finansial saya tidak mendapatkan hasil yang cukup berarti, rumah yang saya tempati belum lunas, mobil yang saya pakai berasal dari hutang bank dan perabot-perabot lain yang saya miliki juga tidak seberapa nilainya.

Untuk mencapai keamanan finansial, saya mencari tambahan penghasilan dengan menyewakan mobil yang saya miliki, menjadi perantara dalam jual beli rumah dan menjadi instruktur dalam pelatihan-pelatihan bidang pendidikan dan manajemen. Sampai tahap ini, saya masih memposisikan diri saya sebagai karyawan dan dosen (employee) merangkap sebagai instruktur dan penjual jasa (self employed).

Saya berusaha meningkatkan keamanan finansial saya dengan jalan merintis karier menjadi pemilik usaha (business owner) dan investor (investors) guna meraih kebebasan finansial (financial freedom). Saya berusaha meraih kebebasan finansial sebelum berusia 60 tahun dengan memiliki penghasilan pasif (passive income) yang mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari (sekitar 8 juta per bulan).

Penghasilan pasif adalah penghasilan yang diperoleh secara terus menerus tanpa keharusan untuk bekerja mendapatkan uang, karena harta yang dimilikinya telah ”bekerja” menghasilkan uang untuk pemiliknya. Pada tahap ini, bekerja adalah sebagai pilihan dan bukan sebagai keharusan karena benar-benar membutuhkan penghasilan.Bekerja bukan untuk mendapatkan penghasilan karena penghasilan saya sudah tercukupi dari uang saya yang “bekerja” mendapatkan penghasilan pasif.

Untuk meraih kebebasan finansial dari penghasilan pasif, saya mulai merintis usaha di bidang properti dengan menyediakan jasa penyewaan rumah, dan tanah untuk lahan usaha sebagai harta produktif. Untuk memperbesar aset, saya melakukan investasi dalam bentuk tabungan di bank, deposito, emas, dan valuta asing. Untuk tujuan jangka panjang saya  berupaya untuk memiliki tanah yang lebih luas lagi sebagai lahan untuk mendirikan “mesin uang” di hari tua 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Karya asli Mulyo wiharto

%d bloggers like this: