Category Archives: 06 Rahasia aset (harta)

Memahami laporan keuangan

  • Melek finansial artinya mampu membaca dan memahami laporan keuangan. Melek finansial ditandai dengan kemampuan untuk membedakan laporan keuangan yang dimiliki oleh orang kaya dengan laporan keuangan yang dimiliki oleh orang miskin dan kelas menengah.
  • Orang yang melek finansial minimal harus memahami 2 (dua) bentuk laporan keuangan, yakni arus kas (cashflow) dan aktiva (harta). Cashflow terdiri dari pemasukan dan pengeluaran, sedangkan harta terdiri dari asset dan liabilitas.
  • Aset adalah sesuatu yang memberikan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang mendatangkan pengeluaran. Orang yang menganggap liabilitas sebagai aset mengakibatkan liabilitasnya semakin besar sementara asetnya justru semakin kecil.
  • Menambah aset berarti menambah pemasukan, misalnya menyewakan sebagian kamarnya yang tidak digunakan untuk kos-kosan. Menambah aset berarti mengurangi pengeluaran, misalnya membeli 2 (dua) buah rumah untuk disewakan daripada membeli sebuah rumah besar.
Advertisements

Memahami perbedaan aset dengan liabilitas

  • Aset adalah sesuatu yang memberikan pemasukan, sedangkan liabilitas adalah sesuatu yang mendatangkan pengeluaran. Orang yang menganggap liabilitas sebagai aset mengakibatkan liabilitasnya semakin besar sementara asetnya justru semakin kecil.
  • Menambah aset berarti menambah pemasukan, misalnya menyewakan sebagian kamarnya yang tidak digunakan untuk kos-kosan. Menambah aset berarti mengurangi pengeluaran, misalnya membeli 2 (dua) buah rumah untuk disewakan daripada membeli sebuah rumah besar.

Fokus pada aset bukan pada keseimbangan

  • Orang yang fokus pada keseimbangan pemasukan dengan pengeluaran tidak akan menambah aset. Orang yang berusaha menambah pemasukan akan berakibat menambah pula pengeluaran sehingga tetap saja tidak kaya walaupun penghasilannya sudah meningkat.
  • Orang yang tidak fokus pada aset akan semakin meningkat pengeluarannya kendati pemasukannya juga meningkat. Orang yang mempunyai pengeluaran tinggi dan tidak tercukupi dari pemasukannya akan mengandalkan utang yang membebaninya dengan angsuran, bunga dan denda.

Mengurusi bisnisnya sendiri

  • Berbisnis artinya sibuk melakukan aktivitas yang mendatangkan keuntungan atau kesibukan yang mendatangkan keuntungan dengan cara menjadi pekerja (employee), pekerja lepas (self employed), pemilik usaha (business owner), atau investor (investors). Pekerja mendapatkan keuntungan dalam bentuk gaji dan tunjangan.  Pekerja lepas mendapatkan keuntungan dalam bentuk honor, komisi, upah dan sebagainya.
  • Pemilik usaha menghasilkan keuntungan dangan mempekerjakan orang. Investor mendapatkan penghasilan di masa yang akan datang dalam bentuk bunga, dividen, gain, sewa, dan sebagainya
  • Mengurusi bisnis sendiri artinya mengurusi aset, bukan mengurusi pemasukan, pengeluaran dan liabilitas. Mengurusi pemasukan berarti mengurusi aset pemilik dan perusahaan, mengurusi pengeluaran berarti mengurusi aset penjual dan pemerintah, sedangkan mengurusi liabilitas berarti mengurusi aset kreditur dan bank.
  • Mengurusi pemasukan memperbesar aset pemilik dan perusahaan sedangkan aset pekerja atau pekerja lepas tetap kecil, mengurusi pengeluaran berarti memperbesar aset penjual dengan keuntungan dan pemerintah dengan pajaknya, sedang mengurusi liabilitas berarti memperbesar aset kreditur dan bank dalam bentuk bunga dan denda.

Semakin santai dengan bisnisnya

 

  • Seorang pekerja, pekerja lepas, pemilik usaha dan investor harus membangun sistem bisnis yang membuatnya  semakin lama semakin sedikit melakukan pekerjaan.
  • Pada awalnya seseorang harus bekerja keras untuk menciptakan dan membangun sistem bisnis, tetapi semakin lama kesibukannya harus semakin berkurang dan harus semakin santai bahkan akhirnya bisa terlepas dari semua pekerjaan (JOB). JOB = Just Over Broke (baru melewati kebangkrutan)

Memiliki aset produktif

Orang kaya memiliki barang-barang produktif sebagai aset, bukan barang-barang konsumtif. Barang produktif adalah aset yang sesungguhnya, karena barang-barang tersebut mendatangkan pemasukan dalam bentuk bunga, dividen, gain, sewa,  laba dan sebagainya. Barang konsumtif adalah liabilitas karena memerlukan uang keluar dalam bentuk biaya, pajak, bunga dan sebagainya.

 

Orang kaya memiliki produk investasi (deposito, obligasi, reksadana, koin emas, dsb), membeli harta-harta yang disewakan sebagai harta produktif (rumah kontrakan, tanah garapan, mobil sewaan, sound system sewaan, alat rumah tangga sewaan, pakaian pentas sewaan, dsb), atau barang ciptaan menghasilkan hak paten atau royalti yang berasal dari alat-alat kerja, alat-alat teknik, buku karangan, novel dan sebagainya

Mengubah aset konsumtif

Orang kaya memiliki harta konsumtif yang difungsikan sebagai harta produktif. Harta konsumtif memerlukan uang keluar dalam bentuk biaya, pajak, bunga dan sebagainya, sehingga sedapat mungkin bisa menghasilkan pemasukan untuk menanggung pengeluarannya tersebut. Jumlah pemasukan dari harta konsumtif yang difungsikan sebagai harta produktif diusahakan lebih besar dibandingkan dengan jumlah pengeluarannya.

Harta konsumtif seperti rumah, kendaraan, alat elektonik, alat rumah tangga, dsb dapat difungsikan sebagai harta produktif. Rumah tinggal dapat dijadikan rumah kost, mobil pribadi dapat difungsikan sebagai mobil sewaan. Perangkat elektronik seperti sound system, alat musik, atau alat-alat rumah tangga seperti pemanas, perkakas dapur, dsb. dapat disewakan.