Category Archives: 05 Rahasia liabilitas (utang)

Membedakan utang baik dengan utang buruk

  • Utang baik adalah utang untuk keperluan produktif yang menghasilkan pemasukan, terjangkau angsurannya karena hanya sepersekian dari penghasilan (kurang dari sepertiga penghasilan) dan angsurannya dibayar dari penghasilan yang didapat oleh uang pinjaman tersebut.
  • Utang buruk adalah utang untuk keperluan konsumtif yang tidak menghasilkan pemasukan, angsurannya tidak terjangkau oleh penghasilan dan dibayar dari aset pemiliknya bahkan dari uang pinjaman dari kreditur lain
Advertisements

Mengatasi utang buruk

  • Utang dalam bentuk kartu kredit (credit cards) yang melampui batas adalah salah satu contoh utang buruk. Utang tersebut umumnya diperuntukan bagi keperluan konsumtif dan jarang sekali untuk keperluan produktif.
  • Kalau terlanjur memiliki utang buruk dalam bentuk kartu kredit segera lunasi semua tagihan, gunting semua kartu kredit yang dimiliki kecuali satu atau dua kartu kredit yang masih diperlukan.

Memahami perbedaan utang dengan aset

  • Seringkali orang menyamakan utang dengan aset karena utang itu nampak seolah-olah sebagai aset. Kedua hal itu sangatlah berbeda, karena utang adalah liabilitas yang mendatangkan pengeluaran, sedangkan aset adalah sesuatu yang mendatangkan pemasukan.
  • Barang-barang yang kita beli dengan uang pinjaman membuat kita seolah-olah memiliki banyak aset, menjadi orang kaya raya, padahal barang-barang tersebut sesungguhnya adalah aset milik pemberi pinjaman..

Syarat menjadi debitur yang tepat

  • Seorang peminjam (debitur) harus memenuhi 5C (collaterals, capitals, caracters, capacities dan condition of economics). Seorang calon debitur harus memiliki jaminan atau agunan (collaterals) melebihi jumlah pinjaman.
  • Seorang debitur juga harus  mempunyai modal (capitals) yang membutuhkan tambahan, memiliki kemampuan (capacities) mengelola uang pinjaman, mempunyai  karakter (caracters) yang baik dalam pengelolaan uang dan pinjaman dipergunakan untuk aktivitas yang mendukung dan didukung kondisi ekonomi (condition of economics)

Memilih kreditur yang fleksibel

  • Urutan kreditur dari kreditur yang sangat fleksibel sampai dengan kreditur yang tidak fleksibel adalah : (1) suami/istri, (2) orang tua (3) mertua, (4) saudara, (5) sahabat, (6) teman, (7) perusahaan/kantor, (8) koperasi, (9) pegadaian, (10) bank besar, (11) bank kecil, (12) leasing/leaseback dan terakhir nomor (13) barulah boleh ke rentenir.
  • Memilih kreditur yang fleksibel memudahkan negosiasi untuk mengubah besarnya angsuran utang, mengubah jangka waktu pembayaran tanpa dikenai denda/bunga, dan sebagainya

Membayar utang yang jatuh tempo

  • Membayar utang yang sudah jatuh tempo tidak dapat ditunda karena bisa menghilangkan kepercayaan kreditur. Menunda pembayaran utang kepada bank, leasing atau leasback
    mengakibatkan jumlah utang akan bertambah besar karena denda.
  • Utang kepada rentenir sebaiknya dihindari, namun kalau terpaksa berutang dan sudah jatuh tempo, maka sama sekali tidak boleh ditunda pembayarannya, karena bisa berakibat sangat fatal. Menunda pembayaran utang dapat berujung pada penyitaan aset dan pemasukan akan terhenti bila utang tersebut dipergunakan untuk membeli barang produktif.