Category Archives: 04 Rahasia pengeluaran

Belajar mengatur pengeluaran

  • Perusahaan memiliki pengeluaran dalam bentuk pembayaran kompensasi untuk karyawannya pekerja. Perusahaan juga memiiki pengeluaran lain, diantaranya pembelian bahan, pajak, bunga pinjaman, denda pinjaman, dan sebagainya.
  • Kegiatan perusahaan dalam mengatur pengeluaran mengajarkan bahwa pihak yang menikmati pengeluaran adalah para penjual, pemerintah dan bank. Penjual menikmati keuntungan, pemerintah mendapatkan pajak, bank mendapatkan uang administrasi, provisi, komisi, bunga dan denda, sedangkan pekerja tidak mendapatkan sepeser pun dari pengeluaran tersebut
Advertisements

Melakukan efisiensi

  • Melakukan efisiensi artinya mendapatkan hasil yang sama besar dengan tenaga, waktu dan biaya yang lebih kecil atau melakukan penghematan atas tenaga, waktu dan biaya yang dibutuhkan.
  • Penghematan artinya mendapatkan sesuatu dengan tenaga yang lebih ringan namun hasilnya sama, mengerjakan sesuatu lebih cepat dan hasilnya juga sama, serta mengeluarkan biaya yang lebih murah, namun kualitas hasilnya relatif sama.

Melakukan penghematan

  • Melakukan penghematan tidak berhubungan dengan melakukan pengeluaran yang sekecil-kecilnya dan tidak sama pula dengan penderitaan. Pengeluaran yang besar namun hasilnya lebih lebih dibandingkan dengan pengeluaran besar lainnya juga merupakan bentuk penghematan.
  • Untuk pergi ke suatu tempat dengan cepat dapat menggunakan angkot atau sepeda motor dan tidak perlu menggunakan taksi, karena waktu tempuh keduanya yang relatif sama namun ongkosnya berbeda. Untuk menghemat tidak perlu memaksakan diri berjalan kaki ke tempat tersebut dan menderita pegal-pegal kendati tidak mengeluarkan uang sepeser pun.

Membayar diri sendiri

Orang kaya membayar diri sendiri terlebih dahulu sebelum membayar tagihan-tagihan. Membayar diri sendiri adalah menyisihkan sebagian penghasilannya secara rutin sebelum untuk membayar tagihan. Dana yang terkumpul kemudian dibelikan harta-harta yang produktif dan menutup pos pengeluaran yang pasti akan dibutuhkan di masa yang akan datang

Pos pengeluaran yang dibutuhkan di masa yang akan datang, meliputi pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan ketika kita sudah pensiun, pengeluaran untuk membiayai kuliah pada sekitar 10 tahun yang akan datang, pengeluaran untuk membiayai perawatan kesehatan baik rawat jalan maupun rawat inap ketika kita sakit dan sebagainya.

Memprioritaskan pos pengeluaran yang lebih sedikit

  • Membayar pos pengeluaran yang lebih sedikit harus diprioritaskan, misalnya memprioritaskan membayar utang dibandingkan biaya hidup. Utang diprioritaskan daripada biaya hidup, karena jumlah pos utang lebih sedikit daripada pos biaya hidup. Jumlah pos utang berkisar 1 – 5 pos saja, sedangkan jumlah pos biaya hidup bisa mencapai puluhan. Pengeluaran biaya hidup dapat dipenuhi dengan menggeser pemenuhannya dengan alternatif lain.
  •  Membeli barang mewah adalah prioritas terakhir, bukan prioritas pertama. Orang kaya berusaha memiliki barang-barang mewah setelah benar-benar menjadi kaya. Kaya artinya aset yang dimilikinya jauh melebihi jumlah pengeluaran yang dibutuhkannya. Semakin besar aset yang dimiliki dibanding dengan pengeluarannya, maka semakin kaya.

Mengutamakan kebutuhan

  • Dalam melakukan pembelian hendaknya selalu mengutamakan kebutuhan dibandingkan dengan keinginan. Kebutuhan adalah sesuatu yang harus dipenuhi atau suatu hal yang harus diprioritaskan dan kalau tidak dipenuhi akan kekurangan, sedangkan keinginan menunjukan sesuatu yang melebihi keharusan atau sesuatu yang dilakukan setelah kebutuhan terpenuhi.
  • Untuk membeli rumah misalnya, belilah rumah tinggal sesuai kebutuhan dan jangan membeli rumah berdasarkan keinginan atau diatas kemampuan. Membeli rumah baru yang lebih besar, mewah dan sesuai keinginannya untuk mengganti rumah lamanya namun dibeli dengan harga diatas kemampuan akan menciptakan utang.

Mengantisipasi pengeluaran yang akan datang

  • Memenuhi pos pengeluaran yang akan datang perlu dilakukan walaupun pengeluarannya masih lama (misalnya 10 tahun lagi), sehingga lebih ringan dalam mewujudkannya dan lebih siap ketika dibutuhkan.  Pos pengeluaran yang akan datang, misalnya biaya hidup saat pensiun kelak, biaya perawatan kesehatan ketika sakit, menyekolahkan anak ke perguruan tinggi setelah anaknya lulus SMTA, melakukan perjalanan wisata atau ibadah di hari tua, dan sebagainya perlu.
  • Mengantisipasi pos pengeluaran yang akan datang dapat dilakukan dengan membeli dana pensiun, merintis bisnis, membeli properti (tanah, rumah, atau mobil) untuk disewakan, dan sebagainya. Untuk keperluan pendidikan perlu membeli asuransi pendidikan, tabungan pendidikan berasuransi atau asuransi jiwa untuk pendidikan anak. Untuk perjalanan wisata atau ibadah di hari tua dapat dipenuhi dengan menyisihkan penghasilan sebagai simpanan.